News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Produksi Padi Anjlok, Kementan Tegur Bupati OKUT

Produksi Padi Anjlok, Kementan Tegur Bupati OKUT

MARTAPURA - Berdasarkan hasil ramalan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKU Timur, produksi hasil padi OKU Timur pada tahun 2017 ini mengalami penurunan cukup siginifikan jika dibandingkan tahun-tahun lalu.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD hari ini mengumpulkan Kepala Dinas Pertanian dan juga seluruh UPTD pertanian di OKU Timur bersama BPS OKU Timur yang langsung dihadiri kepala BPS OKU Timur

Saat diwawancarai usai rapat terbatas dengan Bupati dan Kepala Dinas Pertanian, Kepala BPS OKU Timur Maryamal Qibtiah membenarkan ada penurunan tingkat produksi padi di OKU Timur, namun dikatakan Maryamal pihaknya tidak dibolehkan menyebutkan berapa angka ramalan penurunan produksi padi di OKU Timur

"Kita hanya diperbolehkan memberikan data itu kepada Dinas Pertanian OKU Timur, kalau di publis tidak diperbolehkan,"kata Maryamal. Penurunan tingkat produksi padi yang dibahasa itu dikatakanya adalah untuk tahun 2017 meskipun itu masih sifatnya sementara saja karena belum selesai dilakukan. Hasil yang ditemukan mereka tersebut dijelaskanya bisa dipertanggungjawabkan karena survey yang dilakukan pihaknya langsung kelapangan

Penurunan tingkat produksi tersebut dikatakanya berdasarkan laporan akibat dari jenis ambles dibeberapa kecamatan yang menyerang tanaman padi disawah milik petani

"Kalau data produksi yang kita lakukan survey menghitung produktifitas pangan, ada juga luas tanam dan juga luas panen nah itu dilakukan oleh dinas pertanian ,"kata dia lagi

Sementara itu Saat ditemui di Pemkab OKU Timur Kepala Dinas Pertanian OKU Timur ir Ruzuan Efendi membenarkan jika terjadi penurunan tingkat produksi padi di OKU Timur pada tahun 2017 ini, namun itu dikatakan Ruzuan baru hanya sebatas angka ramalan saja, sayangnya Ruzuan enggan menyebutkan berapa angka penurunan tingkat produksi padi di OKU Timur

"Bukan kita saja yang mengalami penurunan   ada 12 provinsi juga mengalami hal yang sama. Memang di 12 provinsi dan teemasuk di sumsel itu menjadi sentra terserang penyakit  karena ini sebenarnya disebabkan oleh penomena alam,"ucap Ruzuan

Untuk menangani masalah ini, Ruzuan menerangkan akan menggerakkan seluruh stekhoder  untuk ikut mengendalikan jadwal tanam dan juga mengendalikan hama penyakit tersebut

"Jadi kita nanti bersama kelompok tani dan juga petani akan bekerjasama dalam menangani masalah ini semua,"terangnya.
   
Sementara Kadin Bappeda OKU Timur Ir Tubagus Sunarseno mengatakan akibat produksi beras anjlok, Bupati ditelpon langsung Dirjen Pertanian mencari tahu penyebab anjloknya produksi beras OKU Timur
    
"Karena selama 11 tahun ini, baru kali ini anjlok yang mencapai 172 ribu ton berdasarkan angka ramalan, kam cukup bahaya itu, wajar bupati ditegur Kementan,"tegas Tubagus.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar