News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Belanja Daerah OKU masih Andalkan Bantuan Pusat

Belanja Daerah OKU masih Andalkan Bantuan Pusat

BATURAJA, TL-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU masih mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat. Untuk melakukan belanja daerah pada 2018 mendatang.

Tak tanggung-tanggung kontribusi dana dari pusat mencapai Rp910.502.471.000. Atau sekitar 69,94 persen. Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  2018. Sebesar Rp1.311.311.318.197.

Jumlah tersebut menurun Rp35.489.257.000. Dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Dimana suplai dari pusat mencapai Rp945.991.728.000. Atau minus 16,96 persen.

"Ketergantungan pemerintah Kabupaten OKU pada sisi dana perimbangan (transfer pusat). Merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari," kata Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis saat menyampaikan nota keuangan dan Raperda APBD TA 2018. Pada rapat paripurna XVI DPRD OKU masa persidangan ke 3 tahun sidang 2017 dalam rangka pembahasan Raperda tentang RAPBD OKU Tahun Anggaran 2018, Sabtu (26/11).

Melihat kondisi tersebut, Pemkab OKU akan melakukan terobosan-terobosan baru. Sebagai upaya mengurangi ketergantungan tersebut.

Seperti terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menggali potensi sumber pendapatan daerah. Dan mengoptimalkan sumber pendapatan daerah yang ada.

Tahun 2018, estimasi PAD Kabupaten OKU ditargetkan mencapai Rp159.534.221.797.  Bertambah sebesar Rp78.467.862.876. Atau naik 96,79 persen dari tahun  2017. Yang mencapai Rp81.066.358.921.

"PAD tersebut didapat dari pajak daerah, restribusi daerah. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Lain-lain pendapatan daerah yang sah," tambahnya.

Diketahui APBD OKU tahun 2018 direncanakan mencapai Rp1.311.311.318.197. Naik Rp159.758.645.431. Atau naik sekitar 13,87 persen dibandingkan tahun 2017. Yang jumlahnya mencapai Rp1.151.552.672.766.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar