Program Paham AI Polres PALI Sasar Pelajar, Tekankan Etika dan Verifikasi Informasi..
PALI – Matametro.com. Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memberikan edukasi mengenai Artificial Intelligence (AI) kepada siswa SMK Negeri 1 Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan. Sosialisasi yang diikuti 53 siswa tersebut bertujuan membekali pelajar agar memahami teknologi AI sekaligus mampu menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.
Kegiatan berlangsung di SMK Negeri 1 Talang Ubi, Kamis (13/8/2026), mulai pukul 09.00 WIB. Dari 53 siswa yang menjadi peserta, sebanyak 46 siswa tercatat masuk dalam tautan kegiatan. Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari Program Paham AI pada Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri untuk Masyarakat TW III Tahun 2026.
Kegiatan dipimpin Kanit 3 Tipikor Satreskrim Polres PALI Ipda Nofran Indika, S.H. yang juga menjadi salah satu narasumber. Selain Nofran, materi disampaikan oleh Briptu Muhammad Joe Wahyu, Bripda Wahyuda, Bripda Ades Ivancha dan Bripda Gana Putra Sawindo, S.P.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diperkenalkan dengan penggunaan AI yang sudah dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari rekomendasi lagu dan konten, rute tercepat pada aplikasi peta, autocorrect saat mengetik hingga filter kamera.
Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK., melalui Kabag SDM Kompol Sutrisman, S.H, M.M., mengatakan pemahaman AI penting diberikan kepada pelajar karena teknologi tersebut semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“AI bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi perlu dipahami dan digunakan secara bijak. Manusia tetap harus menjadi pihak yang mengendalikan dan menggunakan AI sebagai alat bantu,” katanya.
Dalam materi, siswa juga diingatkan bahwa AI tidak selalu memberikan jawaban benar. Sistem AI bekerja berdasarkan pola dari data yang dipelajari sehingga hasilnya tetap perlu diperiksa dan diverifikasi menggunakan sumber yang dapat dipercaya.
Selain itu, aspek etika dan keamanan digital menjadi perhatian. Peserta diimbau tidak sembarangan memasukkan data pribadi ke dalam layanan AI serta tetap jujur apabila menggunakan bantuan AI dalam menyelesaikan tugas.
“Setiap informasi yang diberikan AI harus diperiksa kembali. Jangan langsung percaya, dan jangan memasukkan data pribadi karena privasi harus tetap dijaga,” ujarnya. (red)


Posting Komentar