News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dikerjakan Gotong Royong, Jalan Desa Bertambah 250 Meter

Dikerjakan Gotong Royong, Jalan Desa Bertambah 250 Meter

MARTAPURA, TL – Sepertinya pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa Banu Ayu Kecamatan BP Peliung Kabupaten OKU Timur harus menjadi percontohan.  Lantaran dikerjakan secara gotong royong, jalan cor yang rencananya dibangun 1.035 meter bertambah menjadi 250 meter atau sepanjang 1.285 meter. Pertambahan panjang jalan tersebut merupakan hasil pemangkasan biaya upah pekerja yang tercantum dalam Rencana Anggara Biaya (RAB).

Camat BP Peliung, Jon Kenedy mengatakan pertambahan jalan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara warga dengan aparat desa setempat. “Setelah dirembuk, warga sepakat seluruh dana desa digunakan untuk membeli material jalan cor. Pembangunannnya dikerjakan secara gotong royong sehingga beban biaya berhasil dipangkas,” ujar Jon saat dibincangi wartawan ketika melakukan monitoring pembangunan jalan cor beton Desa Banu Ayu.

Jon menuturkan jalan desa yang dibangun menggunakan DD tahap II tersebut memiliki lebar 3 meter, tinggi 15 cm serta panjang  1.285 meter. “Tadinya kalau berdasarkan RAB itu hanya 1.035 meter. Tapi karena menggunakan tenaga kerja sendiri, makanya bisa ditambah 250 meter,” katanya.

Dikatakannya, penggunaan dana desa dilakukan secara swakelola. Sehingga pembangunan secara gotong royong tidak menyalahi aturan yang ada. “Justru yang diinginkan memang pengelolaan secara efektif dan efisien. Dengan dibangun gotong royong, danany bisa dialihkan untuk menambah infrastruktur desa. Sehingga pembangunan di desa lebih cepat dan berimbas kepada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Jon mengaku sangat mengapresiasi langkah yang diambil aparat serta warga Desa Banu Ayu. “Kami salut dengan kekompakan mereka. Saya berharap seluruh desa di Kecamatan BP Peliung bisa meniru pengelolaan dana desa di Desa Banu Ayu,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Banu Ayu, Firman menuturkan dirinya sangat senang jalan di desanya bisa dicor beton. “Selama ini, kalau hujan selalu terkena becek. Sekarang sudah tidak lagi. Kami sebagai warga juga tidak keberatan jika harus gotong royong. Yang penting desa kami bisa maju,” pungkasnya. (roy)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar