News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dua Pekan Lebih PDAM Mampet, Pelanggan Terpaksa Mandi di Sungai

Dua Pekan Lebih PDAM Mampet, Pelanggan Terpaksa Mandi di Sungai

BATURAJA-Warga Jalan Karang Anyar, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, OKU mengeluhkan pelayanan PDAM OKU. Sebab, sudah dua pekan lebih suplai air bersih dari perusahaan BUMD Kabupaten OKU tersebut tak mengalir.

“Sebenarnya sudah lebih dua pekan. Tapi, yang mati total  dua pekan terakhir terjadi. Sepekan sebelumnya, hidup tapi tidak lama,” kata salahsatu warga Jalan Karang Anjar, Desa Tanjung Baru, Fauzan kepada wartawan, Senin (6/11).

Akibat kejadian tersebut, warga resah. Mereka terpaksa membeli air tanki. Dimana, dalam satu tanki berisi 1000 liter dibanderol Rp50 ribu hingga Rp60 ribu. “Pakai airnya terpaksa harus super irit. Hanya untuk keperluan pokok saja,” sambungnya.

Bahkan, sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya. Yang aliran air PDAM lancar. Ada juga warga yang terpaksa mandi dan beraktivitas lainnya di sungai. Meski jaraknya mencapai beberapa kilo meter.

“Mau bagaimana lagi. Terpaksa, seperti saya ini mandi sore ngungsi tempat orang tua. Banyak juga warga yang mandi di sungai. Terpaksa kami lakukan. Sebab, kalau beli air biaya membengkak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Teknik PDAM OKU, Asril membenarkan sudah dua pekan ini, suplai air di kawasan Desa Tanjung Baru terganggu. Hal itu disebabkan, ada gangguan listrik.

“Beberapa waktu lalu ada hujan petir. Terjadi ledakan pada arus listrik tempat di pompa penghisab. Sehingga, biasanya tiga pompa bisa digunakan. Kini terpaksa hanya du apompa bisa digunakan,” ungkap Asril.

Akibatnya, suplai air bersih terganggu. Pihak PDAM terpaksa membagi suplai. Ada beberapa daerah yang terdampak akibat kejadian tersebut. Seperti, kawasan Desa Tanjung Baru, Jalan Karang Anyar. Kawasan Karang Sari, Kemelak Bindung Langit.  Kemudian RS Holindo dan sebagian Pasar Atas.

Saat ini, pihak PDAM sendiri telah memesan pemasangan trafo khusus untuk pompa penghisab. Hal ini agar suplai daya ke pompa penghisap tercukupi. Dan semua pompa penghisab bisa beroprasi. Sehingga, suplai air ke pelanggan bisa normal kembali.

“Kami masih menunggu kapan pihak PLN bisa memasang trafo tersebut. Mudah-mudahan tidak lama. Sehingga, suplai air bisa normal kembali.  Kami mohon maaf  kepada pelanggan atas kejadian ini,” pungkasnya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar