News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

OKU Marak Parkir Liar

OKU Marak Parkir Liar

BATURAJA-Parkir liar di Kabupaten OKUmasih marak. Banyak kantong-kantong parkir yang tidak sesuai tempat yang ditentukan oleh pemerintah.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah Kabupaten OKU akan melakukan pendekatan secara persuasif. “Tidak bisa langsung dilakukan tindakan,” kata Kepala Dinas Perhubungan OKU, Aminelson saat kegiatan  pembinaan dan pengawasan juru parkir di gedung PKK OKU, Selasa (14/11).

Saat ini, lanjutnya di OKU sendiri ada sekitar 70 titik parkir yang resmi. Jumlah tersebut bakal bertambah. Lantaran ada beberapa titik parkir baru yang belum pada pendataan terakhir.

Adanya penambahan titik parkir tersebut,diharapkan pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir meningkat. tahun ini, pemerintah daerah menargetkan PAD OKU dari retribusi parkir sebesar Rp210 juta.
Target tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang dipatok hanya Rp102 juta dan berhasil melampaui target. “Saat ini sudah tercapai sekitar 80 persen dari target yang ditentukan,” sambungnya.

Untuk menambah PAD retribusi parkir, pemerintah OKU melakukan pelatihan terhadap para juru parkir. Pada pelatihan tersebut juga ditekankan agar para juru parkir selalu memberikan karcis kepada masyarakat yang memarkirkan kendaraannya.

Pelatihan ini juga untuk menertibkan para juru parkir. Untuk itu pemerintah juga memberikan seragam mulai rompi, topi, tanda pengenal dan  peluit.

“Karena keterbatasan anggaran, sementara yang kami beri petugas parkir di Pasar Atas dan Pasar Baru Baturaja dulu. Ini untuk membedakan mana juru parkir yang resmi dan ilegal,” ungkapnya.

Disinggung masih banyaknya jukir yang tak memberikankarcis danmembanderol lebih mahal dariketentuan, Aminelson tak bisa menjawab terlalu banyak.

Menurutnya, sesuai Perda, jukir wajib memberikankarcis. Kemudian, harga parkir mobil Rp2.000 dan sepeda motor Rp1.000. Dia menduga salahsatu faktornya disebabkan kelemahan petugasnya di lapangan.

“Tapi, terkadang sebelum petugas memberikan karcis pemarkir sudah pergi duluan. Soal nilai, terkadang masyarakat itu sendiri yang tak mau dikembalikan kelebihannya,” pungkansya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar