News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pemilu Diprediksi Gerakkan Perekonomian

Pemilu Diprediksi Gerakkan Perekonomian

PALEMBANG – Perkembangan perekonomian Indonesia dalam 5 tahun ke depan diprediksi masih berjalan pelan. Mengikuti perkembangan ekonomi global. Namun, dua tahun ke depan, bakal ada dua agenda besar yang dihelat yakni Pemilihan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilihan Presiden serta Pemilihan Legislatif (Pilleg) 2019. Dua agenda ini diprediksi bakal menggerakkan perekonomian masyarakat.

Hal ini diungkapkan Pengusaha Nasional asal Sumsel yang saat ini menjadi Owner Bank Muamalat, Setiawan Ichlas ketika menjadi narasumber di Acara Motivasi Bisnis dalam rangka pelantikan Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha Korps Alumni (HIPKA) HMI Provinsi Sumsel di Ballroom Hotel Aryaduta, kemarin (30/11).

Pria yang akrab disapa Iwan Bomba ini menjelaskan dua agenda politik tersebut nantinya diharapkan dapat memacu perekonomian masyarakat khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Pilkada serentak akan digelar di 171 daerah. Tentunya pengusaha kecil terutama yang bergerak di industry kreatif bisa memanfaatkan momen ini,” ujar Iwan.

Diungkapkan Iwan, dari sisi bisnis properti saat ini kondisinya sedang menggeliat. Harga yang ditawarkan sejumlah developer yang mengembangkan perumahan subsidi sangat terjangkau. “Posisi sekarang di bisnis property “time to buy”. Lonjakan nilai tambahnya akan terlihat 2-3 tahun mendatang,” katanya.

Sebagai Negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Iwan juga mengkritisi masyarakat Indonesia yang  kurang memanfaatkan produk keuangan atau pembiayaan yang menggunakan konsep Syariah. “Indonesia masih kalah jauh dari Malaysia. Dimana warganya lebih percaya menggunakan produk Syariah ketimbang produk konvensional. Tapi saya tetap percaya, lambat laun masyarakat akan mulai terbiasa menggunakan produk Syariah,” terangnya.

Diterangkannya, peran dari asosiasi pengusaha terutama asosiasi pengusaha muslim seperti HIPKA sangat besar dalam mengkampanyekan masalah tersebut. “Saya yakin, pengusaha muslim khususnya alumni HMI ini bisa mengkampanyekan untuk menggunakan produk-produk Syariah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua BPW HIPKA HMI Sumsel, Catur Sujatmiko mengatakan pembentukan pengusaha yang berbasis Syariah dapat dimulai di tingkatan mahasiswa. Menurut Catur, semangat muda yang dimiliki mahasiswa sangat berguna dalam membangun jaringan bisnis yang bermanfaat bagi perkembangan bisnisnya.

“Harus dimulai sejak mahasiswa. Untuk itu, kami memiliki sejumlah program khusus yang menyasar mahasiswa. Yakni program pembinaan wirausaha dalam bentuk Koperasi Syariah Mahasiswa (KSM). Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat menyebarkan konsep pembiayaan keuangan yang berbasis Syariah,” ungkapnya.

Catur menjelaskan ikatan antara alumni HMI dan pengurus HMI juga akan terus dipererat. Salah satunya dengan menggelar program rutin bulanan Ngaji Bisnis. “Nantinya narasumber yang didatangkan jebolan HMI yang sudah sukses menjadi pengusaha. Diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk berkarya lebih baik lagi,” pungkasnya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar